Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeologi Bahari Sekelumit Sejarah Pelabuhan Internasional Panarukan, Jawa Timur

Sekelumit Sejarah Pelabuhan Internasional Panarukan, Jawa Timur

E-mail Print PDF
Article Index
Sekelumit Sejarah Pelabuhan Internasional Panarukan, Jawa Timur
page 2
page 3
All Pages
Sekelumit Sejarah Pelabuhan Internasional Panarukan, Jawa TimurPanarukan merupakan pelabuhan yang strategis karena terletak di sebelah Pantai Utara Jawa Timur dan sebagai salah satu bandar kuna telah mempermainkan peranannya sejak berabad-abad yang lampau. Pada masa Kerajaan Majapahit Panarukan sangat terkenal sebagai kota pelabuhan di ujung timur Pulau Jawa. Selain diketahui bahwa Hayam Wuruk pernah mengunjungi Panarukan pada tahun 1359 Masehi. Panarukan mempunyai kedudukan lebih penting karena terletak pada tepi jalan perdagangan yang lebih ramai. Ini mungkin menjadi alasan mengapa raja dan petinggi-petinggi Kerajaan Majapahit sering singgah di Panarukan.

Panarukan saat ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Situbondo Propinsi Jawa Timur. Secara geografis Kabupaten Situbondo terletak di Pantai utara Jawa Timur bagian timur dengan posisi diantara 7? 35' - 7? 44'LS dan 113? 30' - 114? 42'BT.

Letak Kabupaten Situbondo, di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah Timur berbatasan dengan Selat Bali, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, serta sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo. Luas wilayah Kabupaten Situbondo adalah 1.638,50 Km?. Hampir keseluruhan terletak di pesisir pantai dari Barat ke Timur, bentuknya memanjang kurang lebih 140 km.

Panarukan dahulu merupakan bagian dari Keresidenan Besuki. Pada mulanya nama Kabupaten Situbondo adalah "Kabupaten Panarukan" dengan ibukota Situbondo. Pada masa pemerintahan Belanda oleh Gubernur Jendral Daendels (? tahun 1808-1811 M) membangun jalan dengan kerja paksa sepanjang pantai utara Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan "Jalan Anyer - Panarukan" atau lebih dikenal lagi dengan "Jalan Daendels" atau juga "Jalan Pos".

Panarukan berkembang dengan pesat karena surplus wilayah belakang yang merupakan penghasil ekspor, seperti tembakau, kopi dan tebu. Dengan berkembangnya Panarukan yang begitu pesat, sehingga pada akhirnya pusat pemerintahan berpindah ke Kabupaten Panarukan dengan Raden Tumenggung Aryo Soeryo Amijoyo (1858 - 1872) sebagai Bupati Pertama.

Pada masa pemerintahan Bupati Achmad Tahir (? tahun 1972 M) Kabupaten Panarukan kemudian berganti nama menjadi Kabupaten Situbondo, dengan ibukota tetap di Situbondo, berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28/1972 tentang Perubahan Nama dan Pemindahan Tempat Kedudukan pemerintah daerah.

Kawasan pelabuhan Panarukan berada di Pedukuhan Pesisir Kilensari Kecamatan Panarukan. Jarak dari pusat kota Situbondo ke lokasi pelabuhan Panarukan kurang lebih 8 km ke arah barat. Lokasi pelabuhan terletak di pinggir laut dan dekat dengan jalan raya sehinggga dapat dijangkau dengan mudah.

Sejak abad XVI Panarukan sudah berfungsi sebagai salah satu kota pelabuhan terkemuka di Jawa Timur. Fungsi pelabuhan Panarukan semakin tampak yakni pada sekitar abad XIX tatkala daerah Jember dan Bondowoso dijadikan sebagai sentra area penanaman cash crop production, khususnya tanaman tembakau, kopi, tebu dan produk-produk perkebunan yang lain. Di pelabuhan Panarukan inilah tempat untuk menimbun, menyimpan dan mengangkut hasil perkebunan ke luar negeri.

Pelabuhan Panarukan didirikan oleh salah seorang Ondemer terkemuka di kawasan Besuki yakni George Birnie pada tahun 1890-an dengan nama Maactschappij Panaroekan. Pelabuhan Panarukan ini pada saat sekarang kondisinya memprihatinkan, karena fungsi pelabuhan dialihkan ke Probolinggo dan Banyuwangi, sehingga banyak tinggalan arkeologis di pelabuhan Panarukan yang dibongkar seperti gudang induk, kantor Djakarta Llyod dan gudang-gudang yang lainnya. Bangunan yang tersisa berupa dermaga kuno, gudang-gudang dan mercusuar. Pada masa dahulu terdapat "tanggang lanjang". Yakni tempat rel trem atau kereta kecil yang menjorok ke laut. Fungsi rel trem ini untuk mengangkut barang dari gudang penyimpanan ke perahu-perahu sebelum diangkut ke luar negeri oleh kapal besar. Bangunan ini panjangnya mencapai 550 M dan lebar 11 M. Bangunan ini terbuat dari bahan beton untuk bagian bawah, sedangkan bagian atas terbuat dari kayu. Pada bagian tengah terdapat rel besi tempat jalan trem pangangkut barang.



 

Comments  

 
#2 2011-12-25 11:11
can sapah jiyah?
 
 
#1 2010-08-27 00:57
27. batch of 20 artefacts SHOX NZ ave been fixed, the experts in the LUNETTES CARRERA review meeting, some repairs way question and repair quality is not high. This 20 fix artifacts are porcelain. Of which, during the
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 238 guests online

Comments

10-07-2014By aditya
Bisnis Uang Lama Menguntu...
maaf admin mau numpang share saya ada uang brazil 10000 ada 3 jika minat PM atau ke no 081703612241 ... readmore
22-06-2014By sigit widodo
Panja RUU Budaya Cari Mas...
Tata nilai budaya yang ada di jogjakarta cukup banyak versinya, salah satunya adalah perikehidupan p... readmore
21-06-2014By GAMALIEL HALAWA
Ditemukan Situs Megalit d...
saya he dak meluruskan sejarah sites megalith diatas saita gAri Tuada ho,yang be nar adalah saitaa g... readmore
10-06-2014By Affan
Logo Surabaya Salah Kapra...
Ini kan cuman masalah simbol atau maskot. sudah banyak sbenarnya yg tau kalau arti sebenarnya adalah... readmore
05-06-2014By dedi damhudi
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya uang kertas thn.1946 nilai 10 sen zaman belanda readmore
04-06-2014By wahyu avay
Bisnis Uang Lama Menguntu...
klo mau uang dengan no seri cantik dan huruf abjad kembar hubungi 081807061708 wahyu readmore
27-05-2014By
Hukuman Mati di Batavia
Ada gak foto Demang Lehman (Pahlawan Banjarmasin) yang dihukum gantung di Martapura Kalimantan Selat... readmore
06-04-2014By
Logo Surabaya Salah Kapra...
Bapak sebaiknya baca buku Hikajat Soerabaia Tempo Doeloe karya Dukut Imam Widodo. Disitu ada asal mu... readmore
20-03-2014By
Misteri Candi Muara Takus...
Semuanya betul, keterunannya masih ada smpai sekarang, aku keturunan raja-raja. Sriwijaya readmore
20-03-2014By
Misteri Candi Muara Takus...
Benar la, semuanya betul, soalnya aku keturunan pangerannya readmore
RSS