Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeologi Kesejarahan Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid

Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid

E-mail Print PDF
DALAM sejarah perkeretaapian di Indonesia, pembangunan jalur kereta api di Jakarta baru dimulai tahun 1870. Jalur pertama yang dibikin Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) ini menghubungkan Kleine Boom di Pelabuhan Sunda Kelapa ke Koningsplein (Gambir). Di tahun 1873, NISM membuka jalur Batavia ke Buitenzorg (Bogor). Di Batavia, stasiun pusat kala itu adalah Station Batavia. Stasiun inilah yang kemudian dikenal sebagai Batavia Noord (Batavia Utara) dan letaknya kini ada di sekitar gedung BNI 46 Jakarta Kota.

Selain jalur Batavia-Buitenzorg, perusahaan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (BOSM) juga membuka jalur baru yang mengantarkan penduduk dari Batavia ke Bekassie, Caravam (Karawang), bahkan hingga ke Bandung. Stasiun milik BOSM itu kemudian diperkirakan menjadi alasan mengapa nama Beos muncul. Meski ada alasan lain yang mungkin lebih tepat yaitu bahwa jalur ini disebut sebagai jalur yang melayani Batavia En Omstreken – BEOs (Batavia dan sekitarnya). Stasiun ini dikenal juga dengan nama Batavia Zuid (Batavia Selatan).

Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh perusahaan kereta api negara (Staatsspoorwegen- SS). Batavia Zuid malah sudah menjual jalurnya kepada SS pada 1898 hingga ditutup sekaligus dibongkar pada sekitar 1926 untuk kemudian menjadi stasiun utama bernama Station Batavia Benedenstad (pada 8 Oktober 1929) atau kini menjadi Stasiun Jakarta Kota. Meski demikian, nama Beos masih juga melekat pada stasiun tersebut. Sementara itu, pada tahun 1929, Station Batavia Noord berhenti beroperasi dan kemudian bangunannya dibongkar.

Untuk merayakan 80 tahun Stasiun Jakarta Kota bikinan arsitek FJL Ghijsels itu, maka pada Minggu 8 November mendatang PT KA bersama Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan Sahabat Museum akan menggelar acara Plesiran Tempo Doeloe di Stasiun BEOS (Stasiun Jakarta Kota). Acara dimulai pukul 07.30 dan peserta dikenai biaya Rp 75.000/orang. Pendaftaran dilakukan ke Sahabat Museum via email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

“Kita akan jalan kaki menelusuri jejak bekas Station Batavia Zuid dan Batavia Noord. Jadi kita akan jalan ke belakang gedung BNI 46, ke halaman belakang Museum Sejarah Jakarta sampai ke Kantor Pajak. Bekas rel masih ada yang kelihatan, tapi sudah banyak yang hilang karena di sana kan jadi permukian padat,” jelas Ade Purnama, Ketua Sahabat Museum.

Selain IRPS, acara ini juga akan diisi oleh penampilan ludruk yang mengangkat tema Pelancong Djadoel, penjelasan Stasiun Jakarta Kota dari sisi arsitektur oleh Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), serta film dokumenter tentang kereta api di tahun 1929.

Seperti pernah ditulis sebelumnya, Johan Louwrens (FJL) Ghijsels adalah arsitek Belanda yang bangunannya banyak yang masih tegak berdiri di tanah bekas Batavia ini. Selain Stasiun BEOS, di Kalibesar, anak Belanda kelahiran Tulung Agung, Jawa Timur, itu menorehkan karya dalam bentuk Kantor John Peet & Co yang sekarang jadi PT Toshiba dan gedung Kantor Maintz & Co yang sekarang PT Samudera Indonesia.

Di Jalan Kunir, di tempat yang kini tertutup pagar seng dan sepertinya dibiarkan tak terpakai, bisa Anda intip ada bangunan megah di dalamnya. Itu adalah bekas gedung Geo Wehry & Co. Gedung Geo Wehry yang didesain Ghijsels juga masih berdiri di Kota Lama Padang, Sumatra Barat. Hanya saja kondisinya jauh lebih buruk dari gedung Geo Wehry di Jalan Kunir, Jakarta Barat. Bangunan lain yang juga populer dan masih digunakan adalah RS Pelni Petamburan, Jakarta Pusat, yang dulunya adalah Rumah Sakit KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij). Gedung KPM lain ada di Jalan Medan Merdeka Selatan, kini menjadi Kantor Departemen Perhubungan Laut, Gereja Katolik Meester Cornelis (Gereja Katolik St Yoseph di Matraman, Jakarta Timur), dan Gereja Protestan Paulus di Menteng.

Ghijsels memang tak bekerja sendirian. Ia tergabung dalam Algemeen Ingenieur Architectenbureau atau Algemeen Ingenieur Architecten (AIA) - sebuah biro umum sipil dan arsitektur yang didirikan pada tahun 1916.



Sumber: http://www.kompas.com/readkotatua/
 

Comments  

 
#1 2010-05-10 11:58
Wah infonya lengkap banget om!
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 31 guests online

Guestbooks

07-02-2012 Ibieyubxig
In rare instances, men kamagra cheap buy buy kamagra enchanting PDE5 inhibitors (vocal order cheap v... readmore
07-02-2012 Fkyvhxiqwf
In rare instances, men cheap kamagra buy brand kamagra fascinating PDE5 inhibitors (articulated viag... readmore
07-02-2012 Vqnjrdgf
http://plavixandaspirin307.posterous.com plavix and aspirin http://whatisgenericplavix848.posterous.... readmore
07-02-2012 Zifeblele
teen shitting tube brazilian kaviar veronika moser tube Scat Porn Catalog - Nothing but free... readmore
07-02-2012 Ozcinfeq
http://plavixusedfor341.posterous.com plavix used for http://plavixtablet156.posterous.com plavix ta... readmore

Comments

30-01-2012Bernard
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya 1 lembar uang 50 sen tahun 1964 uang koin kuno NEDERLANDSCH INDIE 2 1/2 CENT TAHUN 1945 D... readmore
30-01-2012Anna
Pusat Informasi Majapahit...
punya peta tempat-tempat peninggalan majapahit ndak??? (candi / arca).. saya berencana napak tilas d... readmore
29-01-2012dewa sudharsana
Pusat Informasi Majapahit...
Sebagai Bangsa Indonesia,kita harus Bangga Punya Kerajaan Majapahit readmore
29-01-2012fian
Pusat Informasi Majapahit...
kwkwkwkwkwk ilmune manfaat asooooy readmore
27-01-2012adjis
Wisata Budaya dan Sejarah...
terima kasih atas informasi yang disebarkan tentang Tarakan mudah2an bermanfaat bagi banyak orang. N... readmore
RSS