| Article Index |
|---|
| Banua Sebagai Wujud Interaksi Sosial Religius: studi kasus kawasan Danau Batur |
| page 2 |
| page 3 |
| All Pages |
Danau Batur terletak di kaki sebelah tenggara Gunung Batur, tepatnya terletak di antara Gunung Batur dan Gunung Abang. Secara administrasi Danau Batur termasuk dalam wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa-desa di kawasan Danau Batur yaitu, Desa Songan A, Desa Songan B, Desa Batur, Desa Kdisan, Buahan, Desa Abang Batu Dinding, dan Desa Trunyan.
Kondisi ekologi kawasan Danau Batur telah menguntungkan masyarakat di sekitar danau untuk melakukan upaya subsistensi. Hal ini dapat dilihat pada kecenderungan untuk hidup atau memilih tempat tinggal yang berdekatan dengan sumber air danau ataupun daerah resapan air yang dianggap sebagai penghidupan. Keterkaitan antara masyarakat di sekitar danau dengan kawasan Danau Batur tampak pada beberapa mata pencaharian masyarakat seperti nelayan, dan tambak ikan. Selain itu, ada pula yang berladang dengan memanfaatkan air danau dalam pengairan.
Pemanfaatan kawasan Danau Batur telah dilakukan sejak masa prasejarah. Beberapa artefak paleolithik ditemukan di kawasan ini, seperti kapak batu (Suarbhawa, 1999: 74). Pada masa-masa selanjutnya kawasan ini akhirnya menjadi desa dengan interaksi sosial yang lebih kompleks.
Data prasasti di kawasan Danau Batur menerangkan bahwa interaksi sosial religius diwujudkan dalam upacara keagamaan. Upacara keagamaan tersebut dilakukan secara berulang (continue) pada waktu yang sama.
Konsep Interaksi Sosial Religius
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ’interaksi sosial’ berarti hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan individu maupun kelompok dengan kelompok (Tim Penyusun, 2002 : 438). Religie atau religi berasal dari bahasa latin religio yang berarti agama atau ajaran agama. Religi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kepercayaan kepada Tuhan, kepercayaan akan adanya kekuatan adi kodrat di atas manusia (Tim Penyusun, 2002 : 943). Menurut Abu Ahmadi (1986 : 98-99) religi atau agama dalam pengertian “Addien” (bahasa Arab) merupakan wahyu yang bersumber dari Tuhan. Karena itu agama merupakan cara berfikir dan merasa dalam kehidupan suatu kesatuan sosial mengenai hubungan dengan Tuhan Yang Mahakuasa.
Interaksi sosial tersebut terbentuk sebagai akibat dari kontak sosial (social contact) dan komunikasi di antara umat. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu :
1) antara individu,
2) antara individu dengan satu kelompok atau sebaliknya, dan
3) antara satu kelompok dengan kelompok-kelompok lainnya.
Interaksi sosial religius merupakan hubungan antara individu dengan suatu masyarakat maupun hubungan dengan masyarakat yang lebih luas. Hubungan tersebut dilandasi oleh suatu keyakinan yang sama. Sehingga dalam suatu aktivitas keagamaan akan menimbulkan rasa solidaritas antarumat.










Saya punya 1 lembar uang 50 sen tahun 1964 uang koin kuno NEDERLANDSCH INDIE 2 1/2 CENT TAHUN 1945 D... readmore