Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeologi Kolonial Benteng-benteng Tertua di Indonesia

Benteng-benteng Tertua di Indonesia

E-mail Print PDF

Sebagai negara bekas jajahan, Indonesia kaya akan peninggalan sejarah kolonial. Benteng-benteng tertua di negeri ini, adalah salah satunya.

Benteng Rotterdam (Fort Rotterdam), Ujung Pandang. 1545

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna.

Benteng Keraton Buton, Bau Bau. 1597

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2006 benteng ini masuk daftar Guiness World Records sebagai Benteng terluas di Dunia. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada tahun 1597 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin.

Benteng Pendem Cilacap. 1861

Benteng Pendem Cilacap (Belanda : Kusbatterij od de Lantong te Cilacap), dibangun 1861, adalah benteng peninggalan Belanda di pesisir pantai Teluk Penyu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun di area seluas 6,5 hektar secara bertahap selama 18 tahun, dari tahun 1861 hingga 1879.

Benteng Du Bus (Fort Du Bus), Papua 1828

Fort Du Bus merupakan benteng pertama pasukan Hindia Belanda yang berdiri di Papua. Berdiri pada 24 Agustus 1828. Berdirinya benteng ini menandai dimulainya koloni Hindia Belanda di Papua. Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.

Benteng De Kock (Fort De Kock), Bukittinggi. 1825

Fort de Kock adalah benteng peninggalan Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Fort de Kock juga nama lama Bukittinggi. Benteng ini dibangun semasa Perang Paderi pada tahun 1825 oleh Kapt. Bauer di atas Bukit Jirek dan awalnya dinamai Sterrenschans. Kemudian, namanya diubah menjadi Fort de Kock, Menurut Hendrik Merkus de Kock, tokoh militer Belanda.

Benteng Victoria (Fort Victoria), Ambon. 1775

Benteng Victoria merupakan tempat bersejarah yang terletak tepat di pusat kota Ambon. Benteng tertua di Ambon ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1775, yang selanjutnya diambil alih oleh Belanda. Belanda kemudian menjadikan benteng ini sebagai pusat pemerintahan. Di depan benteng Victorialah pahlawan nasional Pattimura digantung, yakni pada tanggal 6 Desember 1817.

Benteng Vastenberg (Fort Vastenberg), Solo. 1745

Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak di kawasan Gladak, Surakarta. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, benteng ini dibangun, sekaligus sebagai pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta) di kawasan Gladak. Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut Seleka (Bastion).

Benteng Malborough (Fort Malborough), Bengkulu. 1713

Benteng Marlborough (Inggris : Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India.

Benteng Portugis (Fort Portugis), Jepara. 1632

Benteng Portugis, adalah benteng peninggalan sejarah yang terdapat di desa Banyumanis berdekatan dengan desa Ujung Batu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Benteng tersebut diperkirakan dibangun Pemerintah Mataram pada tahun 1632 sebagai pusat pertahanan untuk menghalau musuh yang datang dari Laut Jawa.


Benteng Belgica (Fort Belgica), P. Banda. 1611

Benteng Belgica dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. ins

 

 

Sumber: surabayapost.co.id
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 18 guests online

Comments

03-03-2015By Mega
Denisovans: Manusia Purba...
boleh bagi sumbernya Pak ? kalau hasil-hasil kebudayaannya bagaimana Pak ? readmore
02-03-2015By wisrah
27-02-2015By Sam
Warga Banderol Harga Fosi...
An outstanding share! I've just forwarded this onto a colleague who was conducting a little homework... readmore
26-02-2015By Otis
Nilai Sejarah di Benteng ...
You really make it appear so easy along with your presentation however I find this topic to be actua... readmore
21-02-2015By Manual
Kajian Arkeologi Keraton ...
Look to add extras like towel warmers, soap dispensers and TV, as well as freestanding baths and sho... readmore
20-02-2015By sugi yono
Alat Musik Tradisional &q...
mas hendriyo widi kabar dibaik waras boleh nga ini kami kalo mau belajar memainkan alat musik tiup s... readmore
17-02-2015By Agustan
Bisnis Uang Lama Menguntu...
tinggal hanya 1 keping, buruann readmore
17-02-2015By Agustan
17-02-2015By Agustan
Bisnis Uang Lama Menguntu...
yang mau beli uang Kuno tahun 171 hijriah Minat Hub:085298050375 readmore
13-02-2015By abdul choliq
Candi Abad ke-16 Ditemuka...
kalau mau kirim fotonya lewat mana ? readmore
RSS