Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Arkeosinologi Marga Huang Muliakan Leluhur

Marga Huang Muliakan Leluhur

E-mail Print PDF

Setiap hari kedelapan saat perayaan Imlek di gedung Yayasan Kuning Agung (YKA) di Pontianak, Kalbar, komunitas Tionghoa yang tergabung dalam perkumpulan Marga Huang, seperti biasa menyelenggarakan ritual Pai Cou secara khidmat.

Mereka bersimpuh di hadapan Suen Tien Ta Ti (Dewa Langit), Tien Yen Swe (Dewa Pangan), dan Han Lin Yen (Dewa Kebudayaan), sembari mengangkat dupa tinggi-tinggi dan berdoa untuk kemakmuran.

Ritual dimulai dengan sembahyang untuk menghormati para leluhur mereka, terutama mengirimkan doa kepada Siau Sang Kung.

"Dialah yang merupakan leluhur utama warga Tionghoa dar marga Huang yang berasal dari He Nan Cen Cou, yang kemudian menyebar ke selatan Kanton dan Hokkian pada 3.000 tahun lalu," kata salah satu sesepuh Yayasan Kuning Agung  "milik Marga Huang", D Hendra Ngantun (Huang Ziran).

Dari catatan sejarah, Siau San Kung memiliki tiga istri, yang masing-masing mempunyai delapan anak yang semuanya putra. Keturunan putra-putranya itu menyebar ke seluruh penjuru dunia dan hingga kini meneruskan garis darah dengan sebutan Marga Huang.

Kemudian, kata kuning melekat di marga ini karena nenek moyang mereka dulunya bermukim di sekitar Sungai Kuning (Huang He), China.

Adapun masuknya warga Tionghoa marga Huang ke Pontianak, menurut Hendra Ngantun, bermula pada sekitar tahun 1900. Mereka beremigrasi dari Provinsi Guangdong dan Provinsi Fujian, China, dengan memiliki latar belakang berbagai macam profesi, mulai dari petani, pedagang, hingga karyawan.

Mereka kemudian membentuk perkumpulan untuk lebih mempererat tali persaudaraan dan rasa solidaritas, terutama untuk kagiatan sosial, kemalangan seperti meninggal dunia, hingga berkreasi dalam bentuk kesenian.

Dengan keanggotaan yang terus bertambah dan keinginan kuat untuk membentuk perkumpulan atau organisasi yang permanen, tahun 1910 diputuskanlah untuk membeli tanah yang sekarang menjadi sekretariat tetap Yayasan Kuning Agung.

Pembangunan sekretariat tidak berlangsung cepat. Butuh waktu 15 tahun lamanya dan baru tahun 1925, sekretariat itu baru diresmikan dengan pendirinya Huang Jin Thang.

Gedungnya masih bertahan hingga kini dengan gaya arsitektur lama yang terbuat dari dari kayu belian (ulin). Arsitekturnya khas bangunan tua dan ditopang oleh dua tiang penyangga utama yang berada di tengah-tengah bangunan.

Menurut salah satu anggota pengurus Yayasan Kuning Agung Suryadi, bangunan sekretariat yayasan yang berhadapan langsung dengan Pelabuhan Seng Hie itu dulunya sangat berhubungan erat dengan Keraton Kadariah Kesultanan Pontianak.

"Sekretariat kami ini ada dan berdiri kokoh berkat hubungan baik itulah. Kamilah satu-satunya yang dilegalkan untuk mendirikan yayasan," ungkap Suryadi.

Sebenarnya, kata Suryadi, pada 1925 itu, orang terkaya keturunan Tionghoa yakni Tjeng Seng Hie-lah yang memiliki kewenangan atas tanah di lahan yang kini sudah berdiri pelabuhan dengan nama yang sama itu.

"Tjeng Seng Hie kenal baik dengan Marga Huang pada masa itu. Ia juga akrab dengan kerabat keraton. Atas dukungan kerabat keraton pula, maka Belanda yang pada saat itu menduduki Kalimantan Barat mengizinkan pembangunan gedung sekretariat yayasan," ungkap Suryadi.

Sehingga, kata Suryadi, pada masa itu, hanya Yayasan Kuning Agung saja yang dilegalkan keberadaannya oleh Belanda.

"Namun saya juga tidak tahu pasti hubungan apa yang dijalin antara Marga Huang dengan Tjeng Seng Hie pada masa itu," jelas Suryadi.

Yayasan Sosial Tertua

Saat ini di Pontianak, kata Hendra Ngantun, telah terdaftar lebih dari 2.000 kepala keluarga Marga Huang di Yayasan Kuning Agung, meski diperkirakan lebih dari 2.000 orang lagi belum terdaftar.

Hingga kini yayasan warga Tionghoa yang tertua di Pontianak ini tetap bergerak di bidang sosial. "Hingga kini kami murni yayasan bukan organisasi ataupun partai politik," tegasnya.

Hampir setiap setahun sekali, warga Huang di seluruh dunia selalu mengadakan rapat akbar dengan lokasi tuan rumah yang berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain.

Pada tahun 2006 Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah rapat akbar itu. Tepatnya di Surabaya.

November tahun ini, pertemuan internasional Marga Huang se-dunia sedang dilangsungkan di Manila, Filipina.

Yayasan Kuning Agung di Pontianak, kata Suryadi, dalam menangani kegiatan sosial, khususnya urusan  kematian anggotanya memiliki ritual tersendiri yang merupakaan warisan dari pendahulunya.

"Untuk kematian, kami tidak sembarangan. Pihak keluarga yang datang untuk mengabari kerabatnya yang meninggal harus membawa lilin merah sebagai tanda kerabatnya sudah meninggal. Dengan lilin itu, kami pun segera mencari data benar atau tidaknya yang meninggal sebagai anggota Marga Huang," papar Suryadi.

Setelah itu, kata dia, pihaknya pun mempersiapkan acara pemakaman anggota Marga Huang yang meninggal tersebut.

"Kalau orang yang dituakan biasanya disemayamkan selama lima hari saja dan tidak lebih karena akan semakin memakan biaya. Tetapi kalau umurnya muda biasanya hanya tiga hari saja," jelas Suryadi.

Pemakaman akan dilakukan oleh pihak keluarga dengan difasilitasi oleh pihak yayasan. "Kami akan menguburkan di pemakaman yayasan yang ada di Wajok ataupun di Sungai Raya. Tinggal bagaimana keputusan keluarga saja," katanya.

Uniknya, jika anggota Marga Huang meninggal akibat kecelakaan pihak yayasan mewajibkan untuk segera memakamkan dan tidak lagi disemayamkan.  Alasannya, karena meninggal kecelakaan biasanya mendadak, yang berarti masih ada orang yang dituakan dalam keluarga yang masih hidup dan kondisi itu tidak baik bagi mereka.

Menurut Suryadi, berbagai ritual yang dijalankan keturunan Marga Huang akan tetap selalu terjaga dari generasi ke generasi penerus, karena dengan ritual itulah bentuk memuliakan para leluhurnya.

"Tetapi dalam penghormatan dan pemuliaan itu kami lakukan di sini (gedung sekretariat yayasan). Ini murni ritual memuliakan kepada leluhur saja, dan di sini bukan klenteng," tegas Suryadi.

 

 

Sumber: Dian Rakhmawati, kompas.com

 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 17 guests online

Guestbooks

18-05-2012 ZoroubadoryTS
The thought of a person dying is not pleasant! Direct Line Life Insurance If within the 30 days you... readmore
18-05-2012 Irrarnededs
Payday Loans - Payday Loans , http://paydayloanshereonline.com/#8299 Payday Loans
18-05-2012 Atorkalayk
Mulberry outlet - Cheap mulberry bags sale in our mulberry uk store,free shipping to all doors. ---... readmore
18-05-2012 Uqlbgbryg
tVxhldGzbeX Christian Louboutin HamUorNMqTFHWmM
18-05-2012 Spushsoummono
これらの踊りの女の子に、ハイヒールだけでなく、快適できれいで、魅力... readmore

Comments

18-05-2012online pharmacy usa
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://buycialisgen.com/#2676 buy cialis india cialis price cialis ordering readmore
16-05-2012mank yudha
16-05-2012flootlymoip
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://cialispreciofarmaciaes.com/#4222 tadalafil crema cialis efectos venta de tadalafil en brasil readmore
15-05-2012endeabSinfobe
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://zithromaxantibiotics.com/#9442 zithromax drug interactions side effects zithromax dose zithro... readmore
15-05-2012endeabSinfobe
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://comprarevcl.com/#0858 viagra libera vendita in italia levitra generico italia propecia viagra... readmore
RSS