Medan, - Pusat Studi Ilmu Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan inventarisasi terhadap situs sejarah Pulau Kampai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kepala Pussis-Unimed DR Phill Ichwan Azhari, di Medan, Rabu, mengatakan, pihaknya bersama mahasiswa Pendidikan Sejarah Unimed telah melakukan kunjungan sekaligus menginventarisasi terhadap situs sejarah Pulau Kampai yang terletak di Kabupaten Langkat.
Kunjungan tersebut dilakukan 13-14 Maret 2010 disertai 90 mahasiswa, 5 dosen dan 2 pembimbing lapangan yakni Dr.Edward McKinnon (arkeolog Inggris, konsultan arkeologi Pussis-Unimed) dan Ery Soedewo M.Hum (arkeolog Balai Arkeologi Medan).
Kunjungan tersebut bertujuan disamping untuk meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap situs sejarah di Sumut, juga untuk melihat kondisi terkini, potensi ilmiah (arkeolgis dan historis) guna merangsang penelitian-penelitian mahasiswa terhadap situs dari abad ke VIII hingga X tersebut.
Hingga kini, belum terdapat penelitian ataupun ekskavasi (penggalian) intensif yang melibatkan arkeolog maupun sejarahwan untuk mengungkap keberadaan Pulau Kampai.
Tulisan-tulisan yang ada saat ini cenderung meriwayatkan aspek historis maupun arkeologis Pulau Kampai berdasarkan catatan masa lampau ataupun temuan artefak peninggalan masa lampau di permukaan.
Oleh karena itu, inventarisasi dan kunjungan ini sekaligus bertujuan untuk mendesak pemerintah Kabupaten Langkat untuk melakukan preservasi terhadap situs yang sangat penting itu.
Dalam kunjungan itu, ditemukan banyak artefak permukaan seperti keramik, manik-manik, dan juga mata uang (koin) China.
Di antara keramik tersebut terdapat keramik yang mirip dengan produk Persia yang hampir ditemukan disetiap beberapa tempat seperti Lobutua, Portibi, Kota China dan Kota Rentang.
Konsultan arkeologi Pussis-Unimed, Dr.Edward McKinnon, mengemukakan keramik tersebut menandai adanya hubungan perniagaan antara pesisir timur dan barat Sumatera.
Menurut dia, temuan-temuan yang ada seperti mata uang China dan keramik tersebut dari segi kharakteristiknya jelas sangat mendukung dalam penentuan periodesasi sejarahnya.
"Pulau Kampai yang menghadap langsung ke selat Melaka sangat memungkinkan sebagai bandar niaga yang menghubungkan Lamri, Tamiang dan Peurelak di Aceh. Komoditas yang diperdagangkan adalah kekayaan alam," kata arkeolog berkebangsaan Inggris itu.
Sumber: http://news.id.finroll.com/










http://levitraexpresspharmacy.com uses for levitra generic drugs Levitra generic levitra 20mg isosor... readmore