CIAMIS, - Keterbatasan tenaga ahli menjadikan ratusan situs budaya sejarah purba dan karuhun Galuh, belum bisa diungkap secara optimal. Bahkan dari 173 situs budaya yang tercatat, baru sekitar 10 persen yang ditangani, sedangkan selebihnya masih belum digali atau diungkap.
Wakil Bupati Ciamis Iing Syam Arifin didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ciamis, Cu Herman, mengungkapkan itu usai pembukaan Tour ke 13 Museum Keliling, yang diadakan di Islamic Center Ciamis, Selasa (3/11). Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Museum Sri Baduga Bandung bersama dengan tujuh museum lainnya.
Selain memajang koleksi Museum Sri Baduga, juga dipamerkan benda bersejarah dari Museum Geologi, Museum Palagan Sukabumi, Museum Pos, Museum Barli. Museum Basuki Abdulah, Musem Konferensi Asia Afrika, Balai Arkeologi Serang, serta Side Museum Ciamis.
Museum keliling tersebut juga mendapatkan perhatian serius tidak kurang dari 1.000 murid SD yang datang dari berbagai pelosok Ciamis. Dengan antusias mereka mencatat semua keterangan yang terdapat pada replika benda purbakala berbagai jenis fosil, prasasti dan barang lain peninggalan kerajaan Galuh.
"Kabupaten Ciamis kan juga dikenal dengan sebutan kota situs, sebab banyak sekali ditemukan situs. Yang terdaftar baru 173, padahal kami perkirakan masih banyak yang belum terungkap," ujarnya.
Iing mengatakan, beberapa benda cagar budaya yang sampai saat ini masih mendapatkan perhatian pemerintah, di antaranya Astana Gede Kawali, Situs Karangkamulyan, Makam raja-raja Galuh, dan lainnya. Sedangkan situs lainnya, sebagaian masih belum ditangani.
Sementara Cu Herman mengatakan sebagain besar situs budaya yang terdaftar berupa keramat atau petilasan. Dia juga memperkirakan masih banyak situs purba yang belum terungkap.
Kepala Balai Pengelolaan Museum Sri Baduga Bandung, Pramaputra mengatakan bahwa kegiatan di Ciamis merupakan tour ke 13 Museum Keliling. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setahun sekali.
"Yang kami lakukan ini salah satunya adalah untuk lebih mendekatkan museum dengan masyarakat, terutama kepada generasi muda atau anak sekolah. Dan ternyata setiap kegiatan selalu mendapatkan perhatian dari generasi muda," ungkapnya seraya menambahkan direncanakan kegiatan berikutnya akan berlangsung di Depok.(A-101/das)
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/










Comments
RSS feed for comments to this post.