Selama ini unta dikenal sebagai hewan yang menjadi alat transportasi di negara-negara padang pasir pada zaman dahulu. Namun, sebuah temuan arkeolog Belgia menyebutkan hewan berpunuk itu ternyata juga pernah menjadi alat angkut bagi tentara-tentara Romawi.
Bukti-bukti bahwa unta pernah digunakan di zaman Kekaisaran Romawi terungkap dari ditemukannya sejumlah tulang kaki unta di situs Kekaisaran Romawi di Eropa Utara oleh sekelompok arkeolog Belgia.
Dalam laporan yang diterbitkan di Journal of Archaeological Science awal Februari lalu, dua arkeolog Belgia Fabienne Pigiere dan Denis Henrotay melaporkan telah menemukan tulang-tulang unta di era Kekaisaran Romawi di daerah Arlon, Belgia. Selain di lokasi tersebut, mereka telah menemukan tulang-tulang unta di 22 tempat lain di Eropa Utara.
"Dari literatur dan sumber ikonografis yang kami kumpulkan, terbukti adanya penggunaan unta pada zaman Kekaisaran Romawi. Hewan-hewan itu dikembangbiakkan sebagai binatang untuk mengangkut beban, baik untuk keperluan militer maupun perdagangan", demikian isi salah satu laporan di jurnal tersebut.
"Secara keseluruhan, unta-unta itu berada di dekat kubu militer, juga tempat tinggal warga sipil di seluruh kota-kota di Eropa Utara yang jauh dari tempat tinggal asli mereka di wilayah padang pasir", tulis jurnal itu lagi.
Laporan itu pun mengungkapkan yang dibawa ke provinsi utara tersebut ialah unta yang sudah dewasa. Daya tahan unta yang mampu berjalan jauh dan mengangkat beban banyak membuat hewan itu menjadi penunjang penting bagi militer Romawi. 'Hewan ini banyak terdapat di permukiman militer. Hewan ini maskot bagi para prajurit Romawi', lanjut jurnal tersebut.
Bukti-bukti adanya penggunaan unta di zaman Kekaisaran Romawi juga ditunjang dengan wilayah kekuasaan Romawi yang pernah memiliki provinsi di Arab Saudi, Mesir, dan Afrika Utara. Ketiga wilayah itu menggunakan unta sebagai alat transportasi utama.
Sumber: mediaindonesia.com










http://buycialisgen.com/#2676 buy cialis india cialis price cialis ordering readmore