A. Sinology Lihat §-8, betapa besarnja pengaruh dari Orang2 Tionghwa/Muslim/Hanafi didalam perkembangan Agama Islam di Asia Tenggara, di zaman Ming Dynasty (=1368-1645) umumnja, dan di waktu Laksamana Hadji Sam Po Bo (=1405-1425) chususnja. Peranan itu antara lain dapat dipelajari dari buku “Ying Yai Sheng Lan” karangan Hadji Mah Hwang pada tahun 1416, buku “Tsing Tsa Sheng Lan” karangan Hadji Feh Tsing pada tahun 1413, dan sangat banjak lagi buku² serupa itu karangan Hadji² Orang² Tionghwa. Untuk dapat mempeladjari buku² itu seperti Groeneveld pada tahun 1876, tentulah perlu terlebih dahulu dipeladjari Tulisan Tionghwa dan Bahasa Tionghwa, tjabang-pengetahuan jang disebutkan “Sinology”.
Residen Poortman bukan sadja “Batak-Kenner”, akan tetapi dia di waktu PD/I (=1914-1918) ditugaskaan pula autodidactic harus mendjadi Sinoloog. Dialah jang mempersiapkan “Bahagian Pengawasan Aliran² Didalam Masjarakat Tionghwa”, didalam PID/Belanda (Dinas Penjelidik). Supaja mendapat two bird with one stone, maka: Rasident Pootrman mengunakan buku² “Ying Yai Sheng Lan” dan “Tsing Tsa Sheng Lan” berupa buku-batjaan. Di-mana² sadja Poortman ditempatkan, Kapten Tjina harus buang waktu mengadjarkan Tulisan dan Bahasa Tionghwa kepada Resident Poorman.
Para Islamologist Indonesia tidak ada satu pun, jang buang tempo untuk mempeladjari Sinology. Akibatnya antara lain sbb:
Dr. Hamka didalam bukunya “Sedjarah Ummat Islam”, tjuma berdasarkan phonetics menduga bahwa “Tjampa” djang ± 1.400 sudah Islam, adalah “Djeumpa”di Atjeh. Childish, as childish as “Mythos Menang Kerbau”, Tjampa didalam traditions Djawa, adalah Kamboddja. Correct diikuti oleh Hadji Abubakar Atjeh didalam bukunja “Sedjarah Al Quran”. Tanpa childish phonetic ataupun kertoboso speculations, hal mana Orang² Minangkabau paling dojan.
“Tjampa” adalah corrupted name untuk Kambodja, didalam Bahasa Tionghwa/Dialek Swatow. Seperti “Wolanda“ dan “Londo” adalah corrupted names untuk “Holland” didalam Bahasa Djawa. Tjampa dituliskan dengan two Chinese characters, jang didalam Dialect Swatow pronounced “Tjam” dan “Pa”, serta didalam Dialect Yunnan pronounced “Sjan” dan “Pau”. Chinese characters, jang pronoinced: “Sjan Pau Tsa”. Nama terachir itulah jang taken-over oleh Orang² Eropah, mendjadi Kambodja.
Didalam annals Tiongkok/Yuang Dynasty (1280-1367), Resident Poortman menemukan bahwa: Kaisar Tjih Tu (Kublai Khan) didalam tahun kedua pemerintahannja (=1281), menuntjuk Panglima Iki Mese mendjadi Gubernur di Tjampa. Tegas pula disebutkan bahwa: Tjampa terletak antara Sungai Mekong dengan Sungai Tjiaopia, dan dengan demikian mestilah Kambodja. Panglima Iki Mese dengan tentara Tiongkok/Yuang Dinasty membumi-hangus kota pelabuhan Kotinagara, sesuatu kota pelabuhan Hindu jang dengan nama Kattigara sudah termasjhur di zaman Yunani, dan sangat banyak disebut² oleh Ptolomeus. Di pedalaman, Panglima Iki Mese bersieged ibukota Keradjaan Angkor jang ber-Agama Hindu. Karena petjah plague epidemics, maka: Tentara Tiongkok/Yuang Dinasty mundur, akan tetapi: Kota Angkor penduduknja seluruhnja habis didalam epidemics. Di Abad ke-XX ruins Angkor Vat dan Angkor Tom sangat dikagumi berupa semacam “Pompeji Hindu”. Djelas bahwa: Daerah Kambodja sedjak sebelum tarich Masehi, sudah merupakan persinggahan jang maha-penting didalam djalan-laut antara Tiongkok dan India. Seperti Singapore di Abad ke-XX.
Di tahun ketigabelas pemerintahan Kaisar Tjih Tu (=1292) Tentara Tiongkok/Yuang Dynasty dibawah commando Panglima Iki Mese, jang dari Sutjou di Tongkok sailing ke Gelondong di Pulau Djawa, half-way singgah pula di Tjampa dimana Panglima Iki Mese sendiri pernah berkuasa selaku Gubernur. Singgah di Tjampa tentulah tidak mungkin djika Tjampa adalah Djeumpa di Atjeh jang terletak too far out of the way.
Betapa pentingnja Sinology untuk para Islamologists Indonesia lebih djelas lagi kelihatan pada “The Mystery Of Djin Bun” dan pada “The Mystery of Sam Tjai Kong”.
Saya punya 1 lembar uang 50 sen tahun 1964 uang koin kuno NEDERLANDSCH INDIE 2 1/2 CENT TAHUN 1945 D... readmore