Prasasti Gajah Mada berasal dari Percandian Singosari, sekarang disimpan di Museum Nasional Jakarta , No D.111
Transliterasi ke aksara latin:
1. //0// i śaka. 1213. jyeşta māsa. i rika diwaśani
2. kamoktan pāduka bhaţāra saŋ lumah ri śiwabuddha //0// swa
3. sti śri śakawarsatita. 1273. weśaka māsa.tithi pratipā
4. da śuklapakşa. ha. po. bu. wara. tolu. niritiştha graham
5. cara. mŗgaśira naksatra. śaśi dewata. bāyabya maņdala
6. sobhana yoga. śweta mahurtta. brahma parwweśa. kiŋstughna
7. kāraņa. wrşabha raśi. i rika diwaśa saŋ mahāmntrimukya. ra
8. kryan mapatih mpu mada. sakşat pranalakta rāsika de bhaţā
9. ra saptaprabhu. makādi śri tribhuwanotungadewi mahārā
10. jasa jayawişņuwārddhani. potrapotrikā de pāduka bha
11. ţāra śri kŗtanāgarajnaneswarabajra namābhişekā. sama
12. nkana twak rakryan mapatih jirņnodhara. pakirtti caitya ri
13. mahābrāhmāņa. śewasaugata. samāndulur i kamokta
14. n pāduka bhaţāra. muwah saŋ mahāwrddhamantri linā ri dagan
15. bhatāra. doniŋ caitya de rakryan mapatih panabhaktya
16. nani santana pratisantana saŋ paramasatya ri pādadwaya bhaţā
17. ra. ika ta kirtti rakryan mapatih ri yawadwipamandala //
Terjemahan ke bahasa Indonesia:
1. Pada tahun śaka 1213, bulan Jyesta, pada waktu itu saat
2. wafatnya Paduka Bhatara yang di”makam”kan di Śiwabuddha.
3. Selamat, tahun saka telah lewat 1273, pada bulan Weśakha, pada tanggal
4. pertama paro terang, pada hari-hari Haryang, Pon dan Rabu, pada waktu wuku Tolu, pada waktu planet ada di
5. konstelasi ada di Mŗgaśira, dewatanya Śaśi, mandala ada di barat laut
6. yoganya Sobhana, pada jam Śweta, parwweśa-nya Brahma, karana-nya Kiŋstughna,
7. rasi Taurus, pada waktu itu Saŋ Mahamenteri terkemuka,
8. rakryan mapatih Mpu Mada, yang seolah-olah sebagai yoni bagi bhatara
9. Sapta Prabhu, dengan yang terutama di antaranya ialah Śtri Tribhuwantotungadewi
10. Mahārājasa Jayawisnuwarddhani, cucu-cucu putra dan putri paduka
11. Bhatara Śri Krtanagarajnaneśwarabraja Namābhisekā. Pada
12. waktu itu saat Rakryan Mapatih Jirnnodhara membuat caitya
13. bagi para berahmana tertinggi Siwa dan Buddha, yang mengikuti wafatnya
14. paduka Bhatara, dan saŋ Mahāwrddhamantri (= Mpu Raganatha) yang gugur di kaki
15. Bhatara. Adapun tujuan dari pembuatan caitya itu oleh Rakryan Mapatih ialah untuk tempat pemberian bakti
16. sanak saudara dari mereka yang amat setia terhadap dua kaki Bhatara.
17. Demikianlah perbuatan yang baik dari Rakryan Mapatih di Mandala pulau Jawa.
Ditulis oleh Boechari pada tanggal 23 Agustus 1986
Dikutip dari L.Mardiwarsito, 1990, Kamus Jawa Kuno-Indonesia, hal: ii –iii, Cet. Ke IV, Ende: Nusa Indah.
Keterangan:
Prasasti berisi tentang pembangunan caitya (bangunan suci) pada tahun 1273 Saka (1351 Masehi) untuk para brahmana Siwa dan Buddha di lingkungan sekitar pedharman (percandian) Śri Krtanagarajnaneśwarabraja (kertanegara) di Singosari (Siwabudha) yang wafat pada tahun 1213 Saka (1291 Masehi) sebagai tempat pemberian bakti sanak saudara (keturunan Kertanegara) yang setia kepadanya. Hadir pula Patih Gajah Mada (inspirator?) tokoh utama Majapahit dan penasehat raja (sapta prabhu) yaitu Tribhuwantotungadewi yang tidak lain adalah ibu dari Maharaja Hayam Wuruk. Pada saat pembuatan prasasti tersebut Maharaja Hayam Wuruk baru menjabat selama 1 (satu) tahun masa pemerintahannya. Sehingga sangatlah wajar jika upaya awal adalah mempersatukan klan (keluarga besar) Rajasa di sekitar Ibukota Majapahit.
Oleh:
Rochtri Agung Bawono.










http://levitraexpresspharmacy.com uses for levitra generic drugs Levitra generic levitra 20mg isosor... readmore