Inskripsi (piagam) tersebut dipahatkan dalam sebuah batu (sekarang dicat hitam, sehingga sulit diketahui jenis batunya) di ambang mihrab Mesjid Al-Aqsa yang terkenal dengan nama Mesjid Kudus (Menara) di Kota Kudus. Inskripsi tersebut menggunakan huruf Arab dan bahasa Arab dengan tata letak cukup teratur dan gaya penulisan dianggap suatu variasi thuluth. Piagam ini berbentuk persegi panjang berukuran 40 x 23 cm (tanpa dihitung bingkainya). Inskripsi ini dianggap sebagai piagam pendirian Kota Yerusalem (kemudian disebut Kota Kudus) dan Mesjid Al-Aqsa di Desa Tajuk (sebelum berubah menjadi Kudus) pada tanggal 28 Rajab 956 H (22 Agustus 1549 M) oleh Ja’far al-Sãdiq (kemudian dikenal dengan nama Sunan Kudus).
Translitasi Inkripsi:
1. Bi-smi llâhi al rahmân al-rahîm/
2. Banâ al-masdjid al-aqsâ wa balad al quds khalîfatun/
3. Hâdhâr l-dahr hînun mukammilun yustuji’a ghadan fî jannat al khuld nuzulan wa qurban min al-rahman bâlu-hu munazzalun/
4. Ansha’a hâdhâ al masjid al-mubârak al-musammî bi-l-Aqsâ/
5. a/ khalîftu llâhi fi l-ardi al hâdir fî ajli-hi wa l-‘arash/
b/ Shaykh al-islâm wa l-muslimîn Zayn al-‘ulamâ’ wa l-mujtahidîn
c/ al-‘âlim al-‘âlim al-kâmil al-fâdil
d/ al-makhsus bil-‘inâyati rabbân al-khâliq
e/ al qâdî Ja’far al-Sâdiq/
6. Ibtighâ’an li-wajhi allâh wa ‘awâdi birri-hi min yadi allâh wa ittibâ’an li-sunnati rasûli allâh sallâ allâh alayhi wa sallama/
7. Wa kâna al-ta’rîkh thamâniya wa ‘ishrîn min shahri rajab fî sanati sitta wa khamsîn wa tis’u mi’ati min al-hijra al-nabawiyya wa sallâ allâh alâ sayyidi-nâ Muhammad wa âli-hi wa ashâbi-hi ajma’în/
Terjemahan:
1. Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang.
2. Mesjid al-Aqsa dan kota al-Quds dibangun oleh seorang khalifah.
3. Kehidupan ini (suka duka takdir) adalah suatu rentang waktu yang selesai (terlaksana)
4. yang mengharapkan imbalan tempat tinggal kelak di “surga yang kekal” dan imbalan kedekatan dengan Yang Maha Pemurah-wahyu-Nya telah diturunkan. Mesjid yang diberkati bernama al-Aqsa ini didirikan oleh khalifah Allah
5. di atas bumi (yang akan) hadir pada masa akhirnya dan (di atas) takhta, syekh agama Islam dan syekh kaum muslimin, hiasan para ulama dan para para mujtajid, yakni seorang alim, yang beramal, yang sempurna, yang mulia,
6. yang secara khusus memperoleh anugrah keseluruhan (zat ilahi) dari Sang Pencipta, kadi Ja’far al-Sadiq, dalam hasrat akan wajah Allah dan akan pahala yang dikaruniakan tangan Allah karma amalannya dan karena mengikuti sunah Rasul Allah-semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan kepadanya
7. Tanggalnya (?) 28 (?) bulan Rajab tahun 956 Hijrah Nabi-semoga Allah memberikan rahmat kepada junjungan kita Muhammad dan kepada keluarganya, serta kepada para sahabatnya semua (22 Agustus 1549).
Ditulis oleh:
Rochtri agung Bawono
Sumber:
Sholichin Salam, 1977, Kudus Purbakala dalam Perjoangan Islam, Kudus: Menara Kudus.
Claude Guillot & Ludvik Kalus, 2008, Inskripsi Islam tertua di Indonesia, Jakarta: KPG










Saya punya 1 lembar uang 50 sen tahun 1964 uang koin kuno NEDERLANDSCH INDIE 2 1/2 CENT TAHUN 1945 D... readmore