Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Epigrafi & Manuskrip Naskah Warisan Leluhur yang “ Berdebu”: Catatan dari Simposium Internasional Manassa XII di Bandung

Naskah Warisan Leluhur yang “ Berdebu”: Catatan dari Simposium Internasional Manassa XII di Bandung

E-mail Print PDF
Manassa (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) adalah organisasi profesi peneliti, pecinta, dan Pemerhati naskah kuno di Nusantara. Setiap tahun organisasi ini mengadakan perhelatan akbar bernama “Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara”. Ajang temu ilmiah kali ini berlangsung di Kota “Kembang” Bandung pada tanggal 4 – 7 Agustus 2008 dan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk keduabelas kalinya. Dalam kegiatan ini Kota Bandung telah terpilih kedua kalinya untuk menggelar acara ini (Bandung tercatat pernah melakukan hal yang sama pada tahun 2002 pada Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara VI).

Simposium Manassa yang kali ini bertema “Manfaat Naskah bagi Masyarakat” sebagaimana pula Simposium sebelumnya, dihadiri oleh para pemakalah dan peserta dari dalam dan luar negeri. Para pemakalah mancanegara yang datag kali ini berasal dari Amerika, Belanda, Perancis, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Adapun pemakalah dalam negeri berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Palembang, Padang, Bali, Banjarmasin, Makasar, dan Bandung sebagai tuan rumah.

Pada Acara pembukaan dan sidang I ada hal menarik disampaikan Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ganjar Kurnia, DEA berkaitan dengan naskah ini yaitu Unpad akan melakukan penelitian dengan sungguh-sungguh terkait isi (teks) dari naskah-naskah yang ada di Daratan Sunda. Penelitian dimaksud akan diarahkan untuk meneliti secara ilmiah kandungan isi teks yang berkaitan dengan pengobatan tradisional. Selain itu, rektor juga berjanji akan membawa persoalan pernaskahan ini dalam forum Rektor Se- Indonesia terhadap warisan leluhur yang “mendebu’ ini. Peserta diskusi juga dengan antusias meng-amini perkataan rektor dengan menyatakan diri siap untuk membantu dalam mengungkap kandungan teks yang kebanyakan masing menggunakan bahasa arkais tersebut.

Posisi Bali sebagai Pewaris Tradisi Tulis dalam Daun Lontar

Bali, sebagai pulau kecil yang menyimpan banyak keunikan, sudah tentu tidak dapat dilepaskan dari peran naskah yang tersurat di dalam daun lontar ini. Tradisi Bali yang adiluhung itu semuanya tersimpan di dalam daun lontar, teks Usadha (pengobatan tradisional), Asta Kosala-Kosali (arsitektur Tradisional), Manawa Dharmasastra (Hukum Tradisi – baca; Hindu-), Tutur (nilai-nilai tradisional), dan sebagainya merupakan bukti nyata betapa adiluhungnya peradaban leluhur Bali. Namun, sekarang sangat ironis peninggalan nenek moyang kita itu hanya menjadi koleksi perpustakaan dan kalaupun dikoleksi perorangan bahkan tidak jarang menjadi rusak akibat tidak terawat dengan baik oleh pemiliknya. Kerusakan itu, misalnya dapat dilihat dari salah satu kolektor naskah lontar di Desa Kelating Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Ada ratusan cakep lontar yang dikoleksi oleh perorangan di desa ini dan semua pemilik lontar tersebut sudah tidak mampu lagi merawat dam membaca huruf serta mereka rata-rata pula tidak memahami bahasa yang digunakan untuk menulis dalam lontar itu.

Lontar sebagai temnpat menyimpan peradaban leluhur orang Bali menjadi semakin terlupakan, lebih-lebih masyarakat telah menganut pola pikir ‘instant’, serba cepat sehingga mereka tidak mau bersusah-susah memahami isi teks dalam lontar.

Salah satu lontar yang penulis angkat dalan simposium itu adalah Teks Aji Janantaka yang menyuratkan kegunaan dan fungsi masing-masing pohon yang ada di Bali. Dalam lontar itu tersurat jenis-jenis pepohonan yang direkomendasikan dipakai sebagai bahan bangunan, baik sebagai bangunan tempat suci pun bangunan tempat tinggal. Selain itu dimuat pula tumbuhan bunga yang layak dan tidak layak digunakan sebagai sarana upakara. Kesemuanya itu –khususnya terhadap fungsi pepohonan sebagai bahan bangunan- selain berkaitan dengan ketahanan kayu dari pepohonan itu juga berkaitan erat dengan kesucian dari temapt yang mengunakan pepohonan dimaksud.

Fenomena di atas, sangatlah mendesak untuk disikapi! Pentingnya peran penentu kebijakan di Bali untuk menyelamatkan lontar yang masih berserak di masyarakat dari kepunahan untuk mengadakan gerakan penyelamatan tradisi tulis leluhur Bali, apakah dengan menyalin atau membuatkan museum lontar sebagaimana halnya Perpustakaan Gedong Kirtya di Singaraja. Unud sebagai lembaga perdidikan tinggi terbesar di Bali sangatlah ideal untuk mengambil peran tersebut dan Jurusan Sastra Daerah siap melakukan tugas mulia itu. Bila tidak, Bali akan kehilangan warisan leluhur yang adiluhung itu dan siap untuk mewarisi “debu” kebudayaan Nusantara yang telah punah. Lebih menyakitkan lagi, Bali selalu kalah cepat dengan daerah lain dalam mengambil kebijakan untuk melindungi ‘aset’ Bali dari pengaruh luar, lebih-lebih telah dipatenkannya beberapa hasil produk kerajinan Bali, yang kesemuannya itu telah tersuratkan dalam lontar yang berdebu itu.


Oleh Wayan Suardiana
(Dosen Jurusan Sastra Daerah, Fak. Sastra Univ. Udayana)
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 71 guests online

Guestbooks

07-02-2012 Ibieyubxig
In rare instances, men kamagra cheap buy buy kamagra enchanting PDE5 inhibitors (vocal order cheap v... readmore
07-02-2012 Fkyvhxiqwf
In rare instances, men cheap kamagra buy brand kamagra fascinating PDE5 inhibitors (articulated viag... readmore
07-02-2012 Vqnjrdgf
http://plavixandaspirin307.posterous.com plavix and aspirin http://whatisgenericplavix848.posterous.... readmore
07-02-2012 Zifeblele
teen shitting tube brazilian kaviar veronika moser tube Scat Porn Catalog - Nothing but free... readmore
07-02-2012 Ozcinfeq
http://plavixusedfor341.posterous.com plavix used for http://plavixtablet156.posterous.com plavix ta... readmore

Comments

30-01-2012Bernard
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya 1 lembar uang 50 sen tahun 1964 uang koin kuno NEDERLANDSCH INDIE 2 1/2 CENT TAHUN 1945 D... readmore
30-01-2012Anna
Pusat Informasi Majapahit...
punya peta tempat-tempat peninggalan majapahit ndak??? (candi / arca).. saya berencana napak tilas d... readmore
29-01-2012dewa sudharsana
Pusat Informasi Majapahit...
Sebagai Bangsa Indonesia,kita harus Bangga Punya Kerajaan Majapahit readmore
29-01-2012fian
Pusat Informasi Majapahit...
kwkwkwkwkwk ilmune manfaat asooooy readmore
27-01-2012adjis
Wisata Budaya dan Sejarah...
terima kasih atas informasi yang disebarkan tentang Tarakan mudah2an bermanfaat bagi banyak orang. N... readmore
RSS