Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Memori dan Catatan Perjalanan Jejak-jejak Sejarah Lasem

Jejak-jejak Sejarah Lasem

E-mail Print PDF
Gorong-gorong jalur candu di bantaran Sungai Lasem, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sudah tidak bersisa lagi. Gorong-gorong itu sudah terkubur sedimen sungai yang ditumbuhi pohon bambu. Di bawah pohon itu bertengger WC alias kakus.

Bekas gorong-gorong yang menyerupai terowongan itu merupakan saksi bisu sejarah perdagangan candu di Lasem. Melalui gorong-gorong itu, para pedagang menyelundupkan candu menggunakan perahu jukung menuju gudang penyimpanan di belakang Klenteng Makco.

Warga Desa Dasun, Turi Prasetyo (38), mengatakan, sekitar dua tahun lalu pintu air fondasi itu diambil dan dijual sejumlah warga. Pintu itu terdiri dari empat papan kayu jati seluas sekitar 4 meter persegi yang dipasang berjejer. ”Di bagian bawah pintu air itu terdapat balok-balok kayu jati yang juga sudah diambil sejumlah penduduk,” kata warga yang bertempat tinggal di samping depan fondasi galangan kapal tersebut.

Dua pemandangan itu merupakan sejumlah sajian para penyusur Sungai Lasem yang dipromotori Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Rembang, Minggu (29/11). Penyusuran sungai bersejarah itu dimulai dari depan Klenteng Makco menuju Pulau Gosong yang berjarak sekitar 8 kilometer. ”Kami ingin menginventarisasi dan mendokumentasikan peninggalan-peninggalan sejarah di sepanjang bantaran Sungai Lasem,” kata Ketua Umum MSI Rembang Edi Winarno.

Sungai Lasem kerap disebut dan dikenal sebagai Sungai Babagan. Sungai tersebut berhulu di Pegunungan Lasem dan berhilir di Laut Jawa. Sungai itu membelah kota tua Lasem, kota bagian timur dan bagian barat.

Di kota tua bagian timur terdapat Desa Soditan, Karangturi, Jolotundo, Sumbergirang, dan Ngemplak. Adapun kota bagian barat terdapat Desa Gedangmulyo, Dorokandang, dan Babagan.

Buku Sabda Badra Santi yang digubah S Reksowardojo (1966) menyebutkan, Sungai Lasem mulai dari Desa Babagan hingga muara sungai merupakan buatan saudagar China. Pada 1730, para saudagar dan pedagang China memperlebar dan memperdalam Sungai Lasem untuk memperlancar arus transportasi perdagangan.

Pelebaran dan pendalaman itu terjadi pada masa pemerintahan Oei Ing Kiat. Dia adalah Adipati Lasem bergelar Tumenggung Widyaningrat yang diangkat Paku Buwono II pada 1727. Bersamaan dengan itu, Widyaningrat membangun pelabuhan di depan Klenteng Dewi Laut atau Makco Tian Shang Sheng Mu. Pelabuhan itu berkembang pesat menjadi pelabuhan perdagangan antarpulau dan bangsa. ”Batik Lasem merupakan salah satu komoditas perdagangan di pelabuhan itu, selain garam, kayu jati, dan kain,” kata Slamet Widjaya, tokoh setempat.

Galangan kapal
Galangan kapal yang semula untuk membuat kapal perang Majapahit mulai dikembangkan menjadi galangan kapal dagang. Pada 1856-1858, ketika di bawah perusahaan Brawne an co, galangan itu terkenal se-Asia Tenggara. Dalam kurun waktu dua tahun, galangan itu mampu membuat 35 kapal.

Pada zaman Jepang, galangan difungsikan untuk membuat kapal pengangkut perlengkapan militer untuk dibawa ke Morotai dan Papua. Pada 1942, Jepang berhasil memproduksi 150 kapal dan pada 1943 membuat 127 kapal. Pada 1944, Jepang merencanakan membuat 700 kapal, tetapi hanya terealisasi 343 kapal. ”Galangan kapal itu hancur terbakar akibat politik bumi hangus tentara Indonesia yang mengincar bangunan-bangunan vital penjajah. Kini tinggal menyisakan fondasinya,” kata Slamet Widjaya.

Koninklijk Instituut voor Taal-Land-enVolkenkunde (KITLV) mencatat lebih dari 50.000 batang dan 75.000 papan kayu jati dikirim ke Belanda melalui Batavia. Sebagian besar kayu ini diangkut para pelayar dan pengusaha Tionghoa, sedangkan sekitar 15 persennya diangkut kapal pribumi.

Perdagangan tersebut semakin mengembangkan pecinan, pergudangan, dan kawasan produksi pengusaha Tionghoa, baik di sebelah barat maupun timur sungai. Namun, sekarang keriuhan perdagangan tak lagi terdengar dan kelihatan.

Tim Susur Sungai Lasem menemukan sejumlah keprihatinan lingkungan. Misalnya, hampir di setiap bantaran sungai terdapat WC liar dan tempat pembuangan sampah, penumpukan sawah di sungai, hutan mangrove yang kian sedikit, dan sedimentasi muara sungai.

Guru besar sejarah maritim Universitas Diponegoro, Semarang, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan, salah satu faktor kuat pudarnya peradaban perdagangan Lasem terkait erat dengan pembatasan gerak pengusaha Tionghoa dalam berbisnis. Misalnya, Belanda mengharuskan setiap pengusaha Tionghoa menginduk pada perusahaan Belanda. Hal itu menyebabkan banyak pengusaha Tionghoa bangkrut dan pergi meninggalkan Lasem mencari tempat usaha baru. ”Peradaban perdagangan itu juga pudar lantaran jumlah bahan baku barang-barang impor, misalnya kayu jati, turun. Selain itu, Sungai Lasem juga tidak dapat disandari kapal-kapal dagang besar lantaran sedimentasi dan kerusakan lingkungan lain,” katanya.

Kejayaan Sungai Lasem yang masih tersisa dan mendapat penghargaan tinggi adalah Kelenteng Makco Dewi Laut. Menurut anggota MSI Jateng, Titiek Suliyati, klenteng itu dahulu sengaja dibangun di bantaran sungai. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, air merupakan unsur penting dalam segi peruntungan dan jalur strategis berniaga. ”Air, dalam konteks ini adalah Sungai Lasem, merupakan sarana transportasi dan pendistribusian barang,” katanya.

Arsitek asal Semarang, Widya Wijayanti, yang mengikuti kegiatan itu mengusulkan agar pemerintah melalui MSI mengusulkan Sungai Lasem dan kota tua Lasem menjadi kota pusaka atau cagar budaya (heritage town).



(Penulis: HENDRIYO WIDI)
 

Comments  

 
#2 2010-09-29 11:36
keterangannya kurang lengkap jangan hanya menceritakan sejarah lasem tapi juga menceritakan desa-desa yang ada di kecamatan lasem
"saya sebagai warga lasem tidak tahu sejarah desa-desa yang ada di kecamatan lasem" mohon permintaan sdaya dipenuhi "terimakasih'
 
 
#1 2010-07-24 02:42
Good info..... dan juga butuh info tentang Lasem Batik terkini silakan buka http://klikdisini.com/batiklasem . thanks.
 

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 16 guests online

Guestbooks

06-02-2012 Dxvbxvnlhn
In rare instances, men kamagra online order kamagra buy cheap compelling PDE5 inhibitors (enunciated... readmore
06-02-2012 Ylkyzcmajy
In rare instances, men buy online kamagra buy kamagra online fascinating PDE5 inhibitors (vocal buy ... readmore
06-02-2012 Hancick
generic cialis online no prescription ... readmore
06-02-2012 Zihlnvbswa
In rare instances, men buy kamagra kamagra without prescription captivating PDE5 inhibitors (vocal o... readmore
06-02-2012 Meropqwed
Year after year, 1000s of Western the entire family make the decision to have children vacation. Is ... readmore

Comments

05-02-2012Generic Cialis
Ilmuwan Gali Makam 'Mona ...
http://levitraexpresspharmacy.com uses for levitra generic drugs Levitra generic levitra 20mg isosor... readmore
04-02-2012Cialis
Ilmuwan Gali Makam 'Mona ...
http://accutaneexpress.com tanning beds for sale accutane Isotretinoin accutane pharmacy cystic acne... readmore
03-02-2012Cialis
Ilmuwan Gali Makam 'Mona ...
http://phenterminetips.com/ no prescription 30 mg cheap phentermine buy phentermine buy phentermine ... readmore
02-02-2012cialis prix
Ilmuwan Gali Makam 'Mona ...
http://cialisfarmaciait.com/ cialis generico lilly viagra cialis generico cialis 5 mg specifico http... readmore
01-02-2012Payday Loans Online
Ilmuwan Gali Makam 'Mona ...
http://paydayloansonlinetips.com/ virginia beach payday loans payday loans online ace payday advance... readmore
RSS