Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Permuseuman Mobil Antik Bung Karno Primadona Museum Joang 45

Mobil Antik Bung Karno Primadona Museum Joang 45

E-mail Print PDF
Hotel Schomper 1, begitu nama hotel yang didirikan pengusaha asal Belanda LC Schomper tahun 1938. Siapa yang menyangka dari hotel yang pada mulanya sebagai tempat penginapan kaum borjuis dan pejabat Belanda ini, pada akhirnya justru menjadi basis perjuangan pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Karena itu, tak heran dari gedung yang berada di Jl Menteng Raya No 31 ini, menyimpan begitu banyak catatan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Banyaknya torehan sejarah itu pula, yang membuat gedung itu berubah nama pada 19 Agustus 1974 dari Gedung Menteng 31 berubah menjadi Museum Joang 45, tentunya setelah melalui serangkaian perbaikan dan renovasi yang diresmikan oleh Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Ali Sadikin. Sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, Museum Joang 45 memiliki ratusan koleksi bernilai sejarah tinggi, mulai dari foto-foto para pejuang, lukisan, patung para pejuang seperti Soekarno, Hatta, Adam Malik, Chairil Anwar, Soekarni, dan yang paling menarik juga sebagai tempat penyimpanan dua mobil dinas Presiden Soekarno dan Wapres Mohammad Hatta, serta sebuah mobil pribadi Bung Karno.

Ketiga mobil itu, selama ini memang menjadi primadona paling menarik di museum tersebut. Tiga mobil kuno buatan Amerika itu memang bukan sembarang mobil, selain merupakan mobil itu sangat antik, sejarah dari mobil itu pun mempunyai nilai lebih. Mobil sedan hitam bermerk Buick Eight buatan tahun 1939 misalnya, adalah mobil dinas Presiden Soekarno di masa-masa awal pemerintahan. Karena itu, tak heran jika mobil sedan mewah itu biasa disebut dengan mobil REP-1. Sedan itu merupakan salah satu kendaraan termewah di Jakarta pada zamannya, dan di masanya mobil hasil pemberian pemuda bernama Sudiro itu, hanya digunakan para pejabat Jepang saja.

Sedangkan mobil sedan berwana putih dengan merk Desoto atau biasa di sebut REP-2 merupakan mobil milik Wakil Presiden Mohammad Hatta. Mobil yang dibuat tahun 1938 ini pada mulanya dimiliki oleh Djohan Djohor pengusaha yang ada di Jakarta. Mobil itu diberikan kepada Wakil Presiden, karena pengusaha tersebut ingin membantu mobilisasi perjuangaan bangsa Indonesia, dan juga untuk menghindari perampasan dari pihak militer Jepang.

Sedangkan, satu mobil lain yang tersisa adalah mobil pribadi milik Soekarno, yang biasa digunakan untuk kegiatan di luar dinas. Mobil bermerk Imperial berwarna hitam itu memiliki catatan heroik, karena pernah dilempar granat saat Soekarno sedang melintas di daerah Cikini Menteng, Jakarta Pusat. Soekarno sendiri selamat dari peristiwa itu, sedangkan pintu mobil bagian tengah rusak akibat terkena granat tersebut.

Bayu Nitipermana, Kepala Seksi Pameran dan Edukasi Museum Joang 45 mengungkapkan, keberadaan mobil kuno itu selalu menjadi perhatian pengunjung. Karena itu, tak heran mobil-mobil itu menjadi salah satu daya tarik museum.

“Memang banyak dari pengujung yang datang, antusias ingin melihat mobil yang disebut REP-1 dan REP-2. Mereka juga senang bisa melihat mobil bekas pemboman di Cikini, kondisinya masih terawat dengan baik," katanya, Kamis (11/3).

Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mobil-mobil itu sengaja diletakkan di belakang gedung museum dan dipisah tersendiri dengan koleksi lain. Sedangkan untuk perawatannya, setiap hari ada petugas yang mengurus mobil, mulai dari membersihkan dan memanaskan mobil, sehingga sampai saat ini mobil tersebut masih terlihat bagus dan seperti baru.

Bahkan, setiap tahun tepatnya pada tanggal 16 Agustus, mobil REP-1 dikeluarkan dari museum untuk digunakan dalam acara napak tilas perjuangan bangsa Indonesia, dengan cara berkeliling dari Museum Joang 45 hingga Museum Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Bayu menambahkan, sampai saat ini hanya mobil REP-1 saja yang masih bisa digunakan, sementara untuk kedua mobil lainnya tidak bisa digunakan karena kondisi mesin sudah dalam keadaan rusak parah. “Sayangnya cuma satu mobil saja yang masih dapat digunakan. Dua mobil lainnya tidak bisa lagi, harus diperbaiki ke pabrik pembuatnya dahulu, karena mesinnya sudah susah dicari. Keinginan saya ke depan mobil itu pun bisa diperbaiki, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan napak tilas perjuangan,” tandasnya.




Sumber: http://beritajakarta.com/
 

Add comment


Security code
Refresh

Random Image

Who's Online

We have 56 guests online

Comments

26-11-2014By santridanalam
Situs Liyangan Ungkap Mis...
Liyangan tertibun karena Erupsi Sindoro, apa ada data terkait erupsi Sindoro saat itu? Apa bukan eru... readmore
24-11-2014By panji tohjaya
Bisnis Uang Lama Menguntu...
saya berniat untuk menjual uang dari kerajaan belanda tahun 1617 pecahan 2 1/2 golden yang berminat ... readmore
09-11-2014By dwi
The History of Java - Tho...
bagi yang sedang mencari Buku The History Of Java bagi yang di Jogja bisa datang langsung ke Toko Bu... readmore
04-11-2014By Eunike Yuditha
Berkunjung ke Kelenteng S...
Vihara surga neraka ini sudah menjadi bangunan cagar budaya atau belum? readmore
27-10-2014By My School
23-10-2014By kang tomo
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saat ini saya ada uang kuno seri budaya,sukarno, sudirman,pekerj a lengkap Seri hewan ada gajah,maca... readmore
21-10-2014By Joseph Tanuwijaya
Bisnis Uang Lama Menguntu...
Saya punya uang koin Rp.2000,00 seri hewan harimau sumatera tahun 1974.... minat email langsung ke s... readmore
17-10-2014By ally syarif
Melihat Kondisi Kawasan B...
lama kelamaan desa hijauku akan hilan readmore
15-10-2014By Yulianti Arafah
Kejayaan Maritim Nusantar...
Selamat Siang, Nama sy Yulianti, Apakah ada Buku mengenai : "Majapahit Peradaban Maritim dg sub judu... readmore
15-10-2014By JEPRILUMBU
Taman Cinta Sultan Aceh
ARTIKELNYA. SANGAT MEMBANTU PAK.. readmore
RSS