Komunitas Sahabat Museum (BatMus) menyasar anak muda dengan minat dan kepedulian tentang peninggalan sejarah dan budaya Indonesia. Komunitas ini pertama kali memperkenalkan dirinya pada 31 Agustus 2002. Siapa pun yang mempunyai hobi seperti jalan-jalan, kuliner, dan fotografi, dan khususnya menyukai sejarah, bisa bergabung dalam komunitas ini.
BatMus berangkat dari perjalanan perdana inisiator komunitas, Ade Purnama, dalam mengikuti program Wisata Kampung Tua yang diselenggarakan oleh Museum Sejarah Jakarta pada bulan Juli 2002. Perjalanan ini rupanya mendorong semangat pria yang akrab disapa Adep ini untuk segera membangun edutainment yang berfokus pada pengembangan wisata museum.
Bersama kawan-kawannya dari berbagai latar belakang pendidikan, yang kebanyakan adalah sastra, Adep menemukan misi yang sama: membentuk komunitas pecinta sejarah dan entertainment.
"BatMus ingin mengubah paradigma dalam masyarakat tentang museum. Kebanyakan orang akan menganggap perjalanan ke museum membosankan, menyeramkan. Padahal museum bisa sangat menyenangkan dan menggantikan aktivitas akhir pekan di mal, dan memberikan edukasi terutama bagi yang menyenangi sejarah tapi tak tahu harus kemana," papar Adep kepada Kompas Female.
Menurut Adep, pada dasarnya banyak orang menyukai sejarah dan mengetahui bahwa museum bisa menjadi destinasi wisata. Namun kebanyakan dari mereka tidak menemukan wadah yang menyenangkan untuk menggali informasi edukasi dengan aktivitas yang tidak kaku.
"Sebelumnya tidak ada wadah yang bisa menampung kebutuhan masyarakat untuk menggali sejarah, terutama dengan bentuk seperti komunitas," jelas Adep, lulusan Sastra Belanda UI yang mengaku memiliki hasrat dan semangat tinggi terhadap sejarah dan museum.
Sejak awal, komunitas yang berawal dari mailing list sejak September 2002 ini dipersiapkan secara serius. Komunitas ini bahkan sudah melegalkan diri dalam bentuk Yayasan Sahabat Museum sejak awal berdirinya.
"Legalitas tetap perlu untuk mendukung program BatMus, terutama jika jalan-jalan keluar kota," kata Adep.
Karena konsistensinya membangun kecintaan atas museum dan sejarah lokal, Adep bahkan pernah menerima tawaran beasiswa Museologi oleh US Embassy dan Netherland Education Center. Ia tak mengambil kesempatan pendidikan itu, dan memilih mengembangkan budaya dan sejarah lokal bersama tim, relawan, dan anggota BatMus.
Sampai Ternate
Adep berkisah, awalnya BatMus menyasar anak muda hingga usia 30 tahun. Tetapi mengejutkan ketika peminat datang dari anak-anak, remaja, dewasa, dan para orangtua. Komunitas ini lalu semakin berkembang. Setiap kali mengadakan kegiatan, minimal jumlah peserta mencapai 100 orang.
Bahkan pernah mencapai 1.000 orang sewaktu diadakan kegiatan membahas riwayat hotel di kawasan Duta Merlin Harmoni, kawasan Kota Tua.
Kegiatan BatMus memang banyak dilakukan di kawasan Kota Tua Jakarta. Namun, BatMus juga sudah pernah singgah ke Ranah Minang, Manado, bahkan Ternate Tidore.
"Kota Tua memang memiliki nilai panoramik dengan kesan jadul dan vintage. Tampilan dari bentuk bangunan arsitektur Belanda berpadu dengan arsitektur lokal. Relief dan gaya bangunannya yang menjadi daya tarik, apalagi jika disertai informasi nilai sejarah di baliknya," jelas Adep.
Dalam kegiatan BatMus, jalan-jalan menjadi lebih berwawasan. Selain jadi mengetahui fakta sejarah, aktivitas dalam program Plesiran Tempo Doeloe (PTD) ini memberikan info detail tentang fungsi dan gaya bangunan, sejarah, bahkan penjelasan rinci tentang tekstur, hingga memberikan catatan bagaimana teknologi kemudian berkembang dari model bangunan sejarah ini.
Selain PTD, ada kegiatan Pintong atau pindah tongkrongan. Program Pintong bisa beragam bentuknya, dan bisa diusulkan oleh anggota BatMus yang kini mencapai lebih dari 4.000 orang.
"Pintong tak harus berkaitan dengan sejarah. Bisa apa saja, misalkan nonton bareng, pameran, diskusi buku, dan diadakan setiap tiga bulan sekali," kata Adep.
Terdengar sangat populer kan, kegiatannya? Saat mengikuti berbagai kegiatan ini, Anda bahkan tak akan sadar bahwa Anda sedang belajar mengenai sejarah. Sebuah cara yang unik untuk mengedukasi anggotanya mengenai sejarah bangsa ini.
Ikuti kegiatan BatMus melalui:
http://sahabatmuseum.multiply.com
http://www.facebook.com/SahabatMuseum
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Sumber: http://female.kompas.com/










Comments
RSS feed for comments to this post.