BANGSA yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Ungkapan tersebut sepertinya tepat menjelaskan tujuan dibangunnya Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman di Yogyakarta.
Museum yang berlokasi di Jalan Bintaran Wetan no.3 Yogyakarta ini memang bekas kediaman Jenderal Sudirman. Museum dinamai Sasmitaloka, yang berasal dari bahasa Jawa berarti tempat untuk mengingat, mengenang. Museum ini juga dipakai sebagai tempat untuk mengenang pengabdian dan pengorbanan dari Jenderal Sudirman.
Museum ini bercerita banyak tentang kehidupan Jenderal Sudirman sebagai seorang suami dan ayah serta pemimpin tertinggi dalam kemiliteran. Seorang Jenderal yang tidak pernah menyerah pada penjajahan Belanda bahkan oleh penyakit yang dideritanya meski akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya pada 29 Januari 1950 di Rumah Peristirahatan Tentara Badakan, Magelang.
Koleksi museum
Memasuki Museum dari pintu utara, Anda akan melihat Prasasti Pangsar Jenderal Sudirman. Sementara itu di halaman depan bangunan induk Monumen Pangsar Jenderal Sudirman berdiri dengan gagahnya. Monumen tersebut berupa patung Pak Dirman yang sedang menunggangi kuda dengan tulisan di keempat sisinya. Sedangkan di sisi utara monumen terdapat satu senjata mesin, dan sebuah meriam di sisi selatannya.
Koleksi lainnya
Koleksi museum berjumlah 599 koleksi yang terdiri dari senjata, keris, perabot rumahtangga, kendaraan, pakaian, tandu, dll. Kesemua koleksi tersebut dipamerkan dalam ruang tetap berjumlah 14.
Sejarah bangunan
Awalnya gedung museum yang dibangun pada masa pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1890, diperuntukkan bagi pejabat keuangan Pura Paku Alam VII yaitu Winschenk. Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini dikosongkan dan barang-barangnya disita. Lalu pada masa kemerdekaan Republik Indonesia dipakai sebagai markas kompi Tukul dari Batalion Soeharto.
Sejak 18 Desember 1945-19 Desember 1948, gedung ini menjadi kediaman resmi Jenderal Sudirman setelah menjabat Panglima Tertinggi TKR. Selama agresi Belanda II, dijadikan markas IV G dari Brigade T pasukan penjajah itu.
Pada tanggal 17 Juni 1968 dipakai untuk museum Pusat Angkatan Darat dan diresmikan sebagai museum Sasmitaloka pada tanggal 30 Agustus 1982.
Jam buka museum
Senin-Kamis : 08.00-14.00 WIB
Sabtu dan Minggu : 08.00-12.00 WIB
Jumat dan hari besar lainnya : Tutup
Tiket masuk : Gratis
Adinda Putri
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/










http://levitraexpresspharmacy.com uses for levitra generic drugs Levitra generic levitra 20mg isosor... readmore