Judul: Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia
Penyunting: Peter JM Nas dan Martien de Vletter
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2009
Tebal: 326 halaman
ISBN: 978-979-22-4382-6
Potret keragaman arsitektur Indonesia kontemporer dengan bingkai aspek sejarah disajikan dalam kumpulan esai ini. Kumpulan esai ini merupakan hasil lokakarya yang diselenggarakan di Leiden dan Rotterdam, Belanda, pada Desember 2005.
Ulasan menyeluruh terhadap sejarah arsitektur Indonesia dituliskan Johannes Widodo dalam esai ”Arsitektur Indonesia Modern”. Ia membagi perkembangan sejarah arsitektur Indonesia dalam lima fase, yaitu masa pramodern (10000 SM-1600 M), protomodern (1500-1600), modern awal (1600-1800), modern (1800-1940), dan modern kiwari (1940-sekarang).
Buku yang dilengkapi dengan gambar dan foto-foto bangunan tempo dulu ini juga menyajikan tulisan Kees van Dijk yang membahas perkembangan sejarah masjid ditinjau dari lokasi, ukuran, tata letak, gaya bangunan, skema warna, atap, serambi, kubah, serta menara.
Selain bangunan tradisional yang ditinggalkan dan dibiarkan rusak, seperti panjang serta rumah tradisional Betawi, masih ada rumah atau bangunan yang selamat karena berbagai alasan tertentu, misalnya bangunan yang bernilai sejarah. Ada juga rumah yang sengaja dibangun dengan model rumah tradisional tertentu.
Di sejumlah kota di Indonesia, bangunan dengan tradisi arsitektur vernakular atau model bangunan tertentu dilestarikan sebagai monumen. Namun, pembangunan rumah tradisional semacam itu seolah kehilangan roh. Hal itu ditandai oleh hilangnya makna simbolis, tradisi arsitektur vernakular, model bangunan, dan punahnya peran penting rumah dalam kehidupan sosial budaya.
Sumber: http://cetak.kompas.com/










http://levitraexpresspharmacy.com uses for levitra generic drugs Levitra generic levitra 20mg isosor... readmore