Arkeologi Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
HOME Articles Wacana Arkeologi Dari Cagar Budaya Menjadi Cagar Sejarah

Dari Cagar Budaya Menjadi Cagar Sejarah

E-mail Print PDF

Condet tak mampu membendung arus modernisasi, budaya Betawi hanya tinggal kenangan.

Dasar monyet Condet! Kalimat umpatan itu sudah jarang didengar lagi. Umpatan itu sekitar 20 tahun lalu masih sering terdengar, kala puluhan monyet bermain-main air di Kali Ciliwung, yang melintasi kawasan Condet, Jakarta Timur.

Condet pun dikenal sebagai perkampungan buah salak dan duku. Warga Betawi Condet berani bertaruh bahwa manisnya duku condet tidak kalah dengan duku palembang. Begitu juga dengan salak condet, manisnya berani diadu dengan salak pondoh, Yogyakarta. Banjir buah duku dan salak di jalan-kalan perkampungan Condet pun bukan hal yang aneh lagi saat itu.

Di perkampungan pun masih banyak kita jumpai burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan. Namun kini, kicauan burung pun sudah jarang kita dengar di kawasan ini. Condet telah berubah dari kawasan tradisional menjadi modern. Celakanya lagi, entitas budaya Betawi pun mulai tergerus dari wilayah ini.

Padahal pada 1974, kawasan ini ditetapkan sebagai cagar buah-buahan dan budaya Betawi berdasarkan SK Gubernur No D.IV-1V-115/e/3/1974. Penetapan Condet sebagai salah satu kawasan cagar budaya Betawi di Jakarta juga berdasarkan peraturan Kementerian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Pada peraturan itu disebutkan, warisan budaya merupakan komponen lingkungan yang ingin dipertahankan, dijaga, dan dilestarikan keberadaannya di samping warisan alam.

Kemudian, rekomendasi dari badan dunia yang banyak melakukan rekonstruksi pada warisan-warisan budaya dunia, yaitu UNESCO pada 1975. Disebutkan, UNESCO meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah untuk melindungi kota atau desa yang memiliki nilai-nilai sejarah tinggi, termasuk lingkungannya untuk diintegrasikan dalam kehidupan masyarakat sekarang.

Cagar budaya Condet yang dilindungi terdiri atas tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Batu Ampar seluas 255, 025 hektare yang terdiri atas 4 RW dan 39 RT, Kelurahan Balekambang seluas 161, 80 hektare yang terdiri atas 3 RW dan 20 RT, dan kelurahan Kampung Tengah seluas 214, 8 hektare yang terdiri atas 5 RW dan 29 RT.

Batas-batas wilayah cagar Condeti, di sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Cililitan, di sebelah timur sebagian besar berbatasan dengan Kelurahan Rambutan, sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Gedong, dan sebelah barat dipisahkan dengan Kelurahan Pasar Minggu oleh Kali Ciliwung. Tiga kelurahan dalam kawasan Cagar Budaya Betawi-Condet tersebut sebagian besar didominasi oleh adanya lahan atau perkebunan buah-buahan dan termasuk daerah jalur hijau.

Dalam surat keputusan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, disebutkan bahwa pembangunan Condet seluas 18.000 hektare harus dibatasi. Misalnya, dengan menetapkan aturan koefisien dasar bangunan (KDB) hanya 20 persen dari luas tanah. Artinya, lahan yang terbangun maksimal hanya 20 persen.

Namun, peraturan itu kini tidak bisa diterapkan lagi di Condet, khususnya di wilayah Kelurahan Batu Ampar. Sebab, permukiman berkembang pesat dengan pertumbuhan penduduk tinggi karena derasnya arus pendatang. Wilayah Batu Ampar seluas 255,025 hektare yang sekarang dihuni sekitar 35 ribu jiwa.

SK ini juga membuat warga kesulitan mendapatkan sertifikat izin mendirikan bangunan (IMB). Keluarga Condet di Kelurahan Batu Ampar di Kecamatan Kramat Jati meminta status cagar buah dan budaya ditinjau ulang karena dianggap menghalangi pembangunan. Padahal, pertumbuhan penduduk dan permukiman sudah pesat.

Penduduk Condet pun sekarang lebih beragam. Tidak hanya warga asli Betawi, tetapi sudah bercampur dengan suku Jawa, Sunda, Madura, Batak, Aceh, dan bahkan etnis Arab. Kondisi tersebut secara tidak langsung memengaruhi budaya dan pola relasi antarmasyarakat.

Bangunan pun mengalami banyak perubahan. Condet sudah menjadi kawasan beton dan pagar besi, termasuk salah satunya Asrama putri PJTKI atau penampungan calon TKI atau Buruh Migran Indonesia yang akan berangkat ke Timur Tengah.

Tokoh Betawi Ridwan Saidi menjelaskan, walau Condet dinyatakan gagal sebagai cagar budaya Betawi, bukan berarti Condet tak bernilai lagi bagi Ibu Kota negara. Condet justru layak sebagai wilayah cagar sejarah Betawi. "Jadi, dari daerah cagar budaya kini menjadi cagar sejarah Betawi," paparnya. 

Dasarnya, menurut Ridwan, adanya temuan arkeologis pada situs Condet yang mengindikasi hunian purba, sedikitnya pada periode 3000 tahun SM. Toponimi di Condet (Ci Ondet) seperti batu alam, batu ampar, balekambang, pangeran, dan dermaga mencerminkan kehidupan masyarakat dan kebudayaan masa lampau. Benda-benda itu banyak terdapat di tepian Sungai Ciliwung, di daerah Condet, dan Kalibata serta Pejaten, Jakarta Selatan. Benda-benda ini diduga berasal dari tahun 1.000 - 1.500 SM.

"Pada masa itu, di Condet dan beberapa tempat di Jakarta sudah ditempati nenek moyang bangsa Indonesia," tulis sejarawan Sugiman MD dalam buku Jakarta dari Tepian Air ke Kota Proklamasi. Berarti di zaman batu baru (neolitikum) orang telah hidup dan tinggal di Condet, dengan mempergunakan benda-benda tadi sebagai alat untuk menebang pohon, memotong, dan untuk berbagai keperluan lainnya.

Khusus di Pejaten, pada penggalian 1971 didapat pula lampu perunggu, lampu kuil, menandakan di sana telah dikenal orang akan adanya kepercayaan atau agama.

Untuk lebih memperkuat usulannya kepada Pemprov DKI, Ridwan mencontohkan, batu ampar yang kini menjadi nama jalan dan kelurahan di Condet. Batu ampar yang di Tangerang disebut batu ceper adalah batu yang biasanya berukuran minimal 4 x 6 meter. Di atas batu ini sesajen diletakkan. Sangat mungkin batu ampar di Condet masih ada di suatu tempat di kebun penduduk.

Bale Kambang, nama kelurahan di Condet, merupakan pesanggrahan raja-raja. Dapat dipastikan sisa bangunannya sudah musnah, tetapi lokasinya masih dapat diperkirakan. Sedangkan batu alam, juga nama jalan di Condet, dalam tradisi kekuasaan purba, adalah tempat melantik raja baru.

Di samping merupakan permukiman tertua di Jawa, Condet yang penduduknya sangat taat menjalankan syariat agama, pernah dikenal sangat heroik melawan penjajah. Pada 1916, rakyat Condet di bawah pimpinan Haji Tong Gendut mengangkat senjata melawan tuan tanah Belanda yang menguasai Cibeureum, Kranggan, dan Cimanggis di Kabupaten Bogor.


Beberapa alasan kegagalan proyek cagar budaya Betawi di Condet.


Pertama, tidak adanya kekuatan hukum pemda yang mampu menghambat dan menjaga Condet untuk tumbuh menjadi permukiman Betawi yang khas.

Kedua, pengucuran dana untuk rehabilitasi bangunan khas Betawi berjalan lamban. Tidak ada kontinuitas antara gubernur sebelumnya, Ali Sadikin, dan penerusnya, Soeprapto, dalam memberikan dana rehabilitasi dan pemeliharaan kepada warga Condet. Hal ini diperparah lagi dengan tidak adanya kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai pentingnya mempertahankan situs cagar budaya.

Ketiga, arus pertumbuhan jumlah penduduk di daerah Condet, khususnya Kelurahan Batu Ampar, sangat pesat karena derasnya arus pendatang. Keempat, tentangan dari warga Condet sendiri. Mereka menuntut SK gubernur itu segera saja dicabut. Masyarakat menilai bahwa aturan-aturan itu malah merampas kekhasan Condet.

 

Oleh: Selamat Ginting

 

Sumber: republika.co.id

 

Add comment


Security code
Refresh

Who's Online

We have 20 guests online

Guestbooks

19-05-2012 Inerororsib
[url=http://vilalane.ketrzyn.pl/23483_pinot_blanc_biedronka.html]Pinot Blanc Biedronka[/url] [url=ht... readmore
18-05-2012 Hair Brushes
[url=http://www.ghds-discount.net/#2455]ghd sale[/url] which ghd http://www.ghds-discount.net/#2278... readmore
18-05-2012 Hai Straightener
http://www.ghdscheaponsale.com/#2347 ghd straightener shop
18-05-2012 Rukolipeho
Normally I get asked questions like, "What's the best school for someone who wants to go into h... readmore
18-05-2012 ZoroubadoryTS
The thought of a person dying is not pleasant! Direct Line Life Insurance If within the 30 days you... readmore

Comments

18-05-2012online pharmacy usa
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://buycialisgen.com/#2676 buy cialis india cialis price cialis ordering readmore
16-05-2012mank yudha
16-05-2012flootlymoip
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://cialispreciofarmaciaes.com/#4222 tadalafil crema cialis efectos venta de tadalafil en brasil readmore
15-05-2012endeabSinfobe
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://zithromaxantibiotics.com/#9442 zithromax drug interactions side effects zithromax dose zithro... readmore
15-05-2012endeabSinfobe
Dinosaurus Pernah Mampir ...
http://comprarevcl.com/#0858 viagra libera vendita in italia levitra generico italia propecia viagra... readmore
RSS